Cute Rocking Baby Monkey

Rabu, 11 Juni 2014

ARTIKELKU

Tak Simpatik Balas Salam Hormat Prabowo, Megawati Dikritik
Senin, 02 Juni 2014, 10:54 WIB
   Prabowo Subianto memberi hormat kepada Megawati Soekarnoputri di gedung KPU, Ahad (1/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sikap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat membalas salam calon presiden RI Prabowo Subianto di KPU, Ahad (1/6), menuai kritikan. Presiden RI kelima itu dinilai tak memiliki sikap kenegarawan.
"Itu bukan sikap seorang negarawan. Kalau kita lihat Megawati itu dari dulu memang orangnya tidak demokratis, dia itu menerapkan sistem oligarki dalam politiknya," kata Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Pangi Syarwi Chaniago kepada Republika, Senin (2/6).Seperti diketahui, saat di kantor KPU, dengan gerakan khas seorang prajurit, Prabowo yang mengenakan peci hitam dan berbalut baju putih lengan panjang dengan celana warna krem membuat gerakan tegap. Di depan presiden RI kelima itu, mantan panglima Kostrad itu memberi hormat, meski Mega tetap tidak beranjak duduk di kursi.Dari foto yang beredar, Mega hanya menyunggingkan senyum belaka. Adapun, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Jokowi yang duduknya posisinya di samping kanan dan kiri Mega langsung berdiri. Keduanya seolah merespon hormat Prabowo.Pangi mengatakan, sikap kenegarawanan Presiden Soekano, ayah Megawati tidak menurun kepadanya. Karena, Soekarno yang berseberangan secara politik dengan M Natsir bahkan Bung Hatta, tetap menaruh respek kepada mereka. Misalnya saja, ketika Bung Hatta sakit, Sukarno tetap menjenguknya.Dari segi psikologi politik, lanjut Pangi, Megawati menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang pendendam. Yakni, selalu mengingat perbuatan tak menyenangkan yang dilakukan lawan politiknya hingga ke urusan pribadi."Ini kaitannya lebih ke perjanjian batutulis di mana Prabowo selalu mengungkit-ungkitnya," kata Megawati.Tidak hanya kepada Prabowo, Megawati juga memiliki dendam politik dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Salah satu contohnya adalah Megawati tak pernah menghadiri undangan upacara kenegaraan 17 Agustus di Istana Negara.     Menurut Pangi, hal ini berbeda dengan Prabowo. Jika kecewa terhadap seseorang, maka Prabowo tak menunjukkannya di depan publik. Ini bisa dicontohkan saat Prabowo yang pernah dicopot jabatannya oleh Panglima ABRI waktu itu yakni Jenderal Wiranto, kerap menunjukkan sikap persahabatan dalam berbagai kesempatan.  "Padahal waktu di ABRI dulu sangat terkenal rivalitas Prabowo dan Wiranto," katanya.Bahkan, dengan Presiden SBY yang pernah jadi pesaingnya, Prabowo juga kerap mengunjunginya di istana. Ini menunjukkan, Prabowo lebih bisa mengatur urusan pribadi dan persaingan di politik.Karena itu, lanjut Pangi, sikap Megawati tersebut akan membuat publik semakin tak bersimpati dengan Megawati. Dan hal ini akan berdampak pada berkurangnya simpati publik kepada PDIP.( Sumber : http://www.republika.co.id/)



Capres Harus Usung Komunikasi Politik Elegan
Senin, 02 Juni 2014, 10:28 WIB
Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa (kiri) dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (kanan) diapit Ketua KPU Husni Kamil Manik (tengah), saat pengundian nomor urut Pilpres 2014 di Gedung KPU, Jakarta, Ahad (1/6). (Republika/Agung Supriyanto).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina Irvan Sihombing mengimbau, kampanye negatif dari setiap kandidat yang bertujuan membuka kelemahan lawan dihentikan.
Pascapenentuan nomor urut yang dilakukan KPU, Ahad (1/6), kedua capres, baik Prabowo Subianto maupun Joko Widodo beserta tim pemenangan kedua kandidat harus mulai mengedepankan komunikasi politik yang elegan demi kemakmuran rakyat.

Menurut dia, dengan waktu tersisa menuju Pemilu Presiden 9 Juli 2014, kedua pasang capres-cawapres sudah harus mengedepankan komunikasi politik yang bertujuan memajukan kesejahteraan umum. "Seperti yang diamanatkan Pancasila dan UUD 1945," kata Irvan kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/6/2014).

Dia melihat, komunikasi politik yang dilakukan masing-masing kandidat belum mengarah pada bonum commune atau kebaikan bersama. Padahal, esensi politik itu adalah meraih, menggunakan, dan memelihara kekuasaan demi tercapainya kebaikan bersama.

Setelah mencermati sejumlah media massa dalam dua pekam terakhir, Irvan mengatakan, komunikasi politik yang terlihat masih jauh dari harapan. Kubu Prabowo, misalnya, membuat framing bahwa Jokowi adalah capres boneka dan hanya petugas partai. 

Di sisi lain, Jokowi digambarkan sebagai orang yang haus kekuasaan dan memaksa partai untuk menjadikannya sebagai calon presiden. "Isu yang diangkat kubu Prabowo adalah Jokowi hanya boneka. Kalau boneka, mana mungkin Jokowi haus kekuasaan. Ini sungguh tidak logis," terangnya.

Adapun kubu Jokowi mengangkat isu lama bahwa Prabowo merupakan sosok bermasalah yang terlibat HAM sebelum dipensiunkan secara dini dari ABRI. Menggunakan isu itu, kata Irvan, juga tidak efektif dalam meraih simpati massa terutama massa mengambang karena sejak awal TNI (ABRI) ketika itu patut diduga memang sudah merancang skenario agar Prabowo tidak sampai dibawa ke Mahkamah Militer.

"Kubu Jokowi sebenarnya harus lebih cerdas. Alih-alih menggunakan isu lama, capres PDI Perjuangan ini harus bisa meraih hati swing voters dengan membawa tema baru dan segar," kata Irvan. 




Nasdem Bantah Jokowi Keceplosan Curi Start Kampanye
Senin, 02 Juni 2014, 10:05 WIB
    Ketua PP Nasional Demokrat (Nasdem) Ferry Mursyidan Baldan (tengah)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus Partai Nasdem Ferry Mursyidan Baldan membantah calon presiden Joko Widodo (Jokowi) keceplosan kampanye saat memberikan sambutan dalam pengundian nomor urut capres-cawapres di gedung KPU Pusat, Ahad (1/6).
"Pak Jokowi 'nggak' keceplosan, dia ngomong terukur kok, dia kalau pidato kan memang singkat, tidak suka yang panjang-panjang. Semua pernyataan dia kemarin itu dalam kontrol dia kok," kata Ferry dihubungi, Senin (2/6).

Sebelumnya, saat pengundian nomor urut Pilpres, Jokowi diduga melakukan curi start kampanye ketika dirinya mendapat kesempatan memberikan sambutan oleh KPU. Jokowi dan JK pada kesempatan itu mendapatkan nomor urut dua.

"Nomor dua merupakan simbol keseimbangan, ada mata kanan ada mata kiri, ada telinga kanan ada telinga kiri, ada tangan kanan ada tangan kiri. Untuk menuju kepada Indonesia yang penuh harmoni dan keseimbangan, pilihlah nomor dua," kata Jokowi kala itu.

Ferry memberikan argumentasinya, saat itu Jokowi diberikan panggung oleh KPU untuk berbicara. Jika pernyataan mantan wali kota Solo itu disebut sebagai curi start kampanye maka seharusnya tim pendukung juga dilarang KPU membawa spanduk-spanduk bertuliskan nomor urut yang identik dengan media kampanye.

"Pak Jokowi itu kan diberikan panggung oleh KPU untuk berbicara maka itu wujud ekspresinya yang mendapatkan nomor urut dua, dan menurut saya kemarin itu sudah dalam suasana 'soft campaign'. Kalau pernyataan pak Jokowi disebut kampanye, pihak lain juga kampanye nyanyi-nyanyi, angkat-angkat nomor urut satu," kata Ferry.



Mengerti Arti Kampanye Damai dan Berintegritas



     Jakarta - Kampanye damai dan berintegritas yang digemakan KPU dalam kampanye Pilpres semoga tak sekedar di mulut saja. Para elite politik juga menerapkannya secara sungguh-sungguh. Menolak kekerasan siap kalah dan siap menang, serta tak melakukan money politik dan suap.
"Kampanye damai yang dideklarasikan penting, tetapi jangan sampai simbolik dan basa basi. Kampanye damai harus sampai ke bawah. Karena selama ini justru elite politik tim sukses yang tidak konsisten sehingga memicu konflik," terang pengamat politik UGM Arie Sudjito, Rabu (4/6/2014).
Menurut Arie, bagaimanapun juga pilpres damai dan berintegritas menjadi kunci demokrasi. Jangan terjebak pada adu domba dan konflik yang berujung chaos.

"Masing-masing pihak jaga diri. Kritik diperlukan tetapi jangan saling serang tanpa data," imbuhnya.

Tak hanya para elite politik saja, tetapi juga penyelenggara pemilu yakni KPU juga harus bisa menjaga diri mereka.

"KPU dan perangkatnya harus independen. Jangan tergoda rayuan suap. Juga Bawaslu dan Panwaslu harus pro aktif memastikan kampanye damai dan jujur. Bangun trust agar pemilu kredibel," urainya.

Arie menjelaskan, di bawah gesekan massa sudah begitu terasa. Gesekan ini terjadi karena provokasi elite politik.

"Ini pertaruhan kedewasaaan poltik antar mereka. Jangan korbankan rakyat demi kekuasaan .Kampanye damai simbolik harus masuk dalam ranah praksis sampe bawah. Cintailah Indonesia jangan mencintai capres semata," tutup dia.


Polda Metro Jaya Jamin Netralitasnya pada Pilpres 2014

Rabu, 4 Juni 2014 | 22:36 WIB 
JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya menjamin anggotanya bersikap netral dalam Pemilu Presiden 2014. Wakapolda Metro Jaya Brigjen Sudjarno menegaskan hal tersebut sesuai dengan amanat yang disampaikan Kepala Kepolisan Republik Indonesia Jenderal Pol Sutarman. 
"Sudah jelas Kapolri sampaikan, kalau anggota mau berpolitik silahkan mundur," kata Sudjarno di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/6/2014). 
Dalam pelaksanaannya, lanjutnya, Polda Metro Jaya akan mengawal jalannya pilpres dengan menjaga keamanan wilayah di bawah naungannya. Pihaknya juga akan memetakan wilayah-wilayah di Jakarta yang memiliki potensi ancaman ataupun kerawanan pada hari pemilihan maupun masa kampanye. 
"Kita siap kekuatan, cara bertindak juga, siapkan secara taktis maupun teknis terkait pengamanan kampanye di Jakarta. Melihat potensi ancaman, apakah ada atau tidak, kita akan patroli," ujarnya. 
Untuk pengamanan penyelenggaraan selama kampanye dan hari pemilihan, akan diturunkan sekitar 30.000 pasukan gabungan Polda Metro Jaya. Kepolisian juga melakukan pengawalan kepada kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden juga keluarga.
(Sumber : http://nasional.kompas.com/ )

Pengangguran di Indonesia Berkurang 50 Ribu Orang
Senin, 5 Mei 2014 16:24 WIB


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, mencatat kondisi ketenagakerjaan di Indonesia pada Februari 2014 menunjukkan adanya perbaikan.
Hal itu digambarkan dengan peningkatan jumlah angkatan kerja maupun jumlah penduduk bekerja dan penurunan tingkat pengangguran.
Kepala BPS, Suryamin menuturkan, jumlah angkatan kerja pada Februari 2014 bertambah sebanyak 5,2 juta orang dibanding Agustus 2013, dan bertambah 1,7 juta orang dibanding Februari 2013.
“Dalam setahun terakhir, yakni Februari 2013 ke Februari 2014, angkatan kerja (AK) bertambah sebanyak 1,7 juta orang, dari 123,64 juta orang menjadi 125,32 juta orang.
Bukan angkatan kerja (BAK) naik dari 55,13 juta orang pada Februari 2013 menjadi 55,9 juta orang pada Februari 2014,” ungkap Suryamin di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/5/2014).
Suryamin menambahkan, jumlah pengangguran Februari 2014 mengalami sedikit penurunan yaitu sebanyak 260.000 orang jika dibanding Agustus 2013, dan berkurang sebanyak 50.000 orang dibanding Februari 2013.
Suryamin juga menuturkan, pada Februari 2014, dari sebanyak 125,3 juta orang AK, sekitar 7,15 juta orang diantaranya masih dalam posisi mencari pekerjaan (penganggur).
“Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Agustus 2013 saja 7,14 juta orang dari jumlah AK sebanyak 120,17 juta. Tingkat penganggurannya 6,17 persen. Dan di Februari 2014 ini tingkat pengangguran menjadi 5,70 persen sebanyak 7,15 juta orang,” terang Suryamin.
Data BPS juga menunjukkan, dari 7,15 juta orang penganggur, lulusan Sekolah Menengah Atas adalah yang paling banyak menganggur, dengan andil sebesar 9,10 persen pada Februari 2014.
Namun demikian, jika dibandingkan keadaan Februari 2013, TPT pada semua tingkat pendidikan mengalami penurunan, kecuali pada tingkat pendidikan SD dan Diploma.
Data BPS mencatat, selama setahun terakhir, lebih banyak lulusan SD dan Diploma yang menganggur. Pada Februari 2013 lalu, lulusan SD memberikan andil 3,51 persen dalam TPT, sedangkan pada Februari 2014 meningkat menjadi 3,69 persen. Pada Februari 2013, lulusan diploma memberikan adil 5,67 persen dalam TPT, sedangkan pada Februari 2014, andilnya meningkat menjadi 5,87 persen. ( Sumber : http://www.tribunnews.com/)








Bekerja di Luar Negeri Alternatif Atasi Pengangguran
Minggu, 8 Desember 2013 10:37 WIB

TRIBUNnews.com, JAKARTA - Bekerja menjadi TKI di luar negeri jelas bukan pilihan terbaik. Namun, semakin tingginya angka tenaga produktif dan minimnya lapangan kerja di dalam negeri, bekerja sebagai TKI pilihan terbaik.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nova Riyanti Yusuf mengaku, banyaknya mereka yang ingin menjadi TKI di luar negeri harus difasilitasi dengan baik oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).Demikian disampaikan Nova Riyanti dalam acara Gebyar TKI 2013 yang berlangsung di lapangan desa Kebonduren, Kecamatan Ponggoh Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dalam rilis yang diterima Tribun lewat BNP2TKI di Jakarta (Sabtu,7/12/2013)."Banyak yang bekerja ke luar negeri  karena ingin mencari pengalaman, ingin tahu dunia luar, dan kesempatan itu terbuka melalui BNP2TKI. Oleh karena itu BNP2TKI harus memfasilitasi dengan baik," kata Novariyanti.Novariyanti juga mengingatkan masyarakat agar tidak melihat kesempatan kerja ke luar negeri dari sisi keuntungan ekonomis  saja, tapi juga melihat resiko yang bisa timbul seperti resiko  terjerat jaringan narkoba, terancam hukuman mati serta ketidakharmonisan keluarga yang ditinggal di rumah."Terus terang saya lebih suka kalau masyarakat menjadi transmigran karena dengan transmigrasi orang berangkat bersama keluarga dan mendapat dukungan keluarga," tambahnya.Mengingat resiko bekerja ke luar negeri, Nova Riyanti sangat mendukung kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan BNP2TKI. Ia mengharapkan sosialisasi seperti yang diselenggarakan BNP2TKI bisa menjadi forum terbuka untuk berdialog dan memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat tentang prosedur menjadi TKI serta resiko yang bisa timbul jika bekerja ke luar negeri.Nova meminta masyarakat untuk mengikuti sosialisasi dari pemerintah dan bekerja melalui jalur legal. "Dengarkan sosialisasi dengan baik, berangkatlah dengan legal, dan BNP2TKI harus membuka akses masyarakat untuk mendaftar", pesannya.Anggota Fraksi Partai Demokrat ini  juga mengingatkan semua pihak untuk peduli dengan penempatan TKI secara legal. "Jangan sampai ya ada orang tua seperti kasus seorang Ibu di Jabar yang tidak tahu kalau anaknya pergi ke luar negeri. Lurah, Camat sampai Bupati juga harus menjaga warganya. Kalau sampai tidak tahu Pak Bupati harus dijewer. Siap ya Pak Bupati?", kata Nova disambut senyum oleh Bupati Blitar Herry Noegroho yang duduk di tenda VIP.Bupati Blitar Herry Noegroho dalam sambutan sekaligus membuka resmi Gebyar TKI 2013 menyatakan TKI di Blitar merupakan sektor yang sangat penting. Warga Blitar yang menjadi TKI sekitar 7000-10000 orang dan menempati ranking ke-2 pengirim TKI terbanyak di Jawa Timur setelah Kabupaten Malang.Ia mencatat TKI telah menyumbangkan remitansi 200 Milyar per tahun ke masyarakat Blitar. Prestasi tersebut menurutnya pantas dibanggakan dan sudah semestinya pemerintah Blitar membantu meningkatkan perlindungan bagi TKI. "Saya siap dijewer kalau ada warga yang hilang. Sing penting sing njewer Mba Nova (yang penting yang menjewer Mba Nova)," kata Herry yang disambut tepuk tangan masyarakat.Dialog dan penyampaian pesan pesan prosedur menjadi TKI yang dirangkum dalam Gebyar TKI 2013 bertema Bersama TKI Membangun Negeri di Blitar berlangsung semarak. Hadir dalam acara tersebut mewakili Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, Direktur Sosialisasi dan Kelembagaan Penempatan BNP2TKI Rohyati Sarosa.Selain dialog, Sosialisasi melalui pagelaran seni tradisional tersebut juga menghadirkan musik Campursari Balamusica dengan penyanyi Citra Marcelina dan Leny Tuok. Bupati Blitar Herry Noegroho yang dikenal juga sebagai penyanyi campursari juga ikut menghibur masyarakat dengan menyanyikan beberapa lagu dan mengikuti kegiatan hingga acara selesai.(Sumber:http://www.tribunnews.com/)


Muhaimin Iskandar: 600 Ribu Sarjana di Indonesia jadi Pengangguran
Minggu, 3 November 2013 19:02 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jumlah lulusan diploma maupun universitas di Indonesia yang menjadi pengangguran jelang akhir tahun 2013, ternyata masih terbilang tinggi.
Hal itu, diakui oleh Menteri Tenagakerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar. Ia mengungkapkan, 610 ribu dari total 7,17 juta pengangguran terbuka di Indonesia, adalah "pengangguran intelektual" atau dari kalangan lulusan universitas."Dalam pendataan BPS, ada 610 ribu 'pengangguran intelektual' di Indonesia. Ini bisa dikategorikan darurat SDM (sumber daya manusia), karena mereka seharusnya bisa berkarya untuk negeri," kata Muhaimin Iskandar, seperti dalam rilis yang diterima Redaksi Tribun, Minggu (3/11/2013).Rincinya, kata Muhaimin, 190 ribu dari 610 ribu pengangguran intelektual itu adalah lulusan pendidikan diploma I/II/III. Sementara lulusan strata I universitas yang menganggur mencapai 420 ribu orang.Karenananya, Muhaimin menuturkan kondisi itu membuat Indonesia "darurat SDM" atau kekurangan tenaga kerja profesional yang memiliki keterampilan serta kompetensi kerja melebihi lulusan sekolah menengah atas."Kebijakan peningkatan SDM Indonesia  masih berkutat pada wajib belajar 6 tahun  hingga 9 tahun.Padahal hal ini tidak akan mampu meningkatkan kompetensi kerja SDM Indonesia dalam menyongsong AEC 2015," tuturnya. ( Sumber : http://www.tribunnews.com/)

64 Ribu Warga Kota Malang Jadi Pengangguran

Selasa, 11 Maret 2014 13:25 WIB

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Jumlah pengangguran di Kota Malang, Jawa Timur, terus bertambah banyak.
Akhir 2013 tercatat 64.006 jiwa atau sekitar 7,72 persen dari jumlah penduduk yang mencapai 830 ribu jiwa.Kabag Perekonomian Pemkot Malang Moch Charis, Selasa (11/3/2014), mengatakan selama tiga tahun terakhir ini jumlah pengangguran di daerah itu terus bertambah.Pada tahun 2011 sebanyak 43.110 jiwa atau 5,19 persen, 2012 menjadi 63.674 jiwa atau 7,68 persen dan 2013 bertambah lagi menjadi 64.006 jiwa atau 7,72  persen.
    "Bertambahnya jumlah pengangguran ini disebabkan banyaknya pendatang di Kota Malang. Bahkan mahasiswa dari luar daerah yang telah menyelesaikan pendidikan tingginya banyak yang memilih mencari pekerjaan di Malang," ujarnya.
Padahal, lapangan kerja di daerah itu terbatas, meski pertumbuhan ekonominya mencapai 7,57 persen pada akhir 2012.Ia mengakui jumlah pengangguran tersebut menjadi kontradiktif dengan angka pertumbuhan ekonomi yang meningkat.Pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi Kota Malang mencapai 7,22 persen dan 2013 menjadi 7,57 persen.
         Mengenai upaya yang dilakukan untuk mengurangi jumlah pengangguran di kota itu, Charis mengatakan meningkatkan dan memperbaiki kondisi usaha kecil dan menengah (UKM).
( Sumber : http://www.tribunnews.com/)

80 Persen Lamaran Pekerjaan, Hanya 15 Persen yang Dipanggil Wawancara
Jumat, 27 Desember 2013 10:45 WIB

TRIBUNNEWS.COM - Mendapatkan kesempatan untuk diwawancara bagi mereka yang menganggur adalah kesempatan yang langka, tetapi juga sulit.
Penelitian dari Beyond.com memunculkan bahwa walau sebanyak 80% pengangguran melamar kerja berkali kali dalam seminggu, hanya 15% dari mereka yang bisa mendapatkan kesempatan diwawancarai lima kali setahun. Sementara sepertiga lainnya sama sekali tidak dipanggil untuk wawancara.Mereka selalu berusaha keras, setengah dari yang disurvei melamar ke 20 pekerjaan selama tahun ini dan 87% akan terus mencoba melamar di tahun 2014 nanti. Joe Weinlick, wakil presiden marketing di Beyond.com, mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun sulit bagi pengangguran. Mencari pekerjaan membutuhkan percaya diri dan ketekunan sendiri.Tetapi mereka yang menganggur tetap penuh harapan. Sebanyak 90% pengangguran yakin mereka akan mendapat pekerjaan tahun 2014 nanti dan 36% yakin akan mendapatkan pekerjaan impian mereka. Generasi ikut bermain disini, generasi X menyalahkan ekonomi yang lambat dan generasi muda menyebut kurang pengalaman sebagai penyebab. Sementara generasi tua menyalahkan diskriminasi usia.Walau penuh harapan, sebanyak 65% percaya bahwa proses pencarian kerja akan semakin sulit tahun depan. Di sisi lain perusahaan juga mengakui bahwa tahun depan mereka akan kesulitan mendapatkan calon pegawai keinginan mereka. Penelitian ini melibatkan 2300 pengangguran di berbagai bidang. 
( Sumber : http://www.tribunnews.com/) 

PSPL 2013 LP3I BC SEMARANG
Sebelum memasuki perkuliahan reguler, kami mahasiswa baru dipertemukan pada acara PSPL  (Program Studi Pengembangan Lingkungan ).  Dalam waktu 2 minggu , kami mengikuti acara tersebut dan dibagi beberapa kelompok, sehingga disana banyak pengalaman selain itu juga kami mendapatkan teman baru dan  memperoleh pelajaran lain.
Acara PSPL kemarin selain INDOOR yang dilakukan didalam area kampus , ada OUTDOOR juga yang memperbanyak kegiatan Outbond nya untuk melatih leadership dan kerjasama antar kelompok, pada acara terakhir Outbond ada pentas seni  yang menampilkan seluruh peserta baik panitia acara tersebut. Enjoy and Fun yang kami dapatkan setelah acara PSPL berakhir.

SEMARAK  HUT  LP3I SEMARANG
Agenda tahunan LP3I Semarang salah satu nya merupakan perayaan HUT LP3I yang telah dilaksanakan Maret kemarin, bertempat pada kampus tercinta di Jalan Arteri SoekarnoHatta 10 A-B Semarang. Acara yang diikutin oleh seluruh Civitas kampus berlangsung selama 3 hari dengan berbagai macam lomba antara lain, Lomba DAI, Lomba Tenis Meja dan Lomba Pentas Seni antar kelas. Acara berlangsung secara meriah dengan antusias para pesertanya.

UKM LP3I BC SEMARANG
Selain adanya perkuliahan yang diikuti oleh semua mahasiswa LP3I BC Semarang, mereka berhak mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa ( UKM ) sebagai salah satu fasilitas yang diberikan oleh pihak kampus untuk mengembangkan ataupun mengrefresh pikiran setelah  perkuliahan rutin. UKM tersebut antara lain UKM ROHIS, UKM FUTSAL, UKM SOIL, UKM ALCAD dll.
                Apa saja Disiplin Ilmu di LP3I Semarang ?
Tahukah anda LP3I BC Semarang ? LP3I BC Semarang merupakan salah satu Lembaga Pendidikan terbaik di Semarang  dengan Jaminan Penempatan Kerja yang telah diakui oleh masyarakat. Adapun beberapa Jurusan yang didalamnya antara lain Business Administration ( BA ), Office Management ( OM ), Informatica Computer ( IK ), Computerized Accounting  ( KA ).

WISUDA LP3I BC SEMARANG
Setelah menempuh perkuliahan selama 2 tahun, mahasiswa dihadapkan pada Tugas Akhir sebagai salah satu kewajiban untuk memenuhi kelulusan pada masa study nya tersebut. Dan LP3I BC Semarang telah meluluskan kurang lebih 60 Mahasiswa/i nya untuk tahun 2013 kemarin. Bertempat di Ballroom Hotel Gracia, Prosesi wisuda yang dihadiri oleh Mahasiswa/i dan Management, pihak LP3I turut serta mengundang Orang Tua para wisudawan untuk menghadiri kesuksesan anak tercinta mereka dalam menempuh pendidikan selama 2 tahun di LP3I, turut serta mengundang Relasi Perusahaan LP3I dalam acara tersebut. Acara yang berlangsung secara khidmat tersebut merupakan agenda LP3I yang akan berlanjut dari tahun ke tahun berikutnya.
  




0 komentar:

Posting Komentar