Cute Rocking Baby Monkey

GRADUATION LP3I

PADUAN SUARA BERATMOSPHERE MENJADI JEMPOL PARTY

you don't know who iam

WELCOME TO MY BLOGGER GUYS !!

DER PANZER SQUAD 2014

THE WINNING TEAM TIM JERMAN WORLD CUP 2014

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 11 Juni 2014

ARTIKELKU

Tak Simpatik Balas Salam Hormat Prabowo, Megawati Dikritik
Senin, 02 Juni 2014, 10:54 WIB
   Prabowo Subianto memberi hormat kepada Megawati Soekarnoputri di gedung KPU, Ahad (1/6).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sikap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat membalas salam calon presiden RI Prabowo Subianto di KPU, Ahad (1/6), menuai kritikan. Presiden RI kelima itu dinilai tak memiliki sikap kenegarawan.
"Itu bukan sikap seorang negarawan. Kalau kita lihat Megawati itu dari dulu memang orangnya tidak demokratis, dia itu menerapkan sistem oligarki dalam politiknya," kata Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah Pangi Syarwi Chaniago kepada Republika, Senin (2/6).Seperti diketahui, saat di kantor KPU, dengan gerakan khas seorang prajurit, Prabowo yang mengenakan peci hitam dan berbalut baju putih lengan panjang dengan celana warna krem membuat gerakan tegap. Di depan presiden RI kelima itu, mantan panglima Kostrad itu memberi hormat, meski Mega tetap tidak beranjak duduk di kursi.Dari foto yang beredar, Mega hanya menyunggingkan senyum belaka. Adapun, Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dan Jokowi yang duduknya posisinya di samping kanan dan kiri Mega langsung berdiri. Keduanya seolah merespon hormat Prabowo.Pangi mengatakan, sikap kenegarawanan Presiden Soekano, ayah Megawati tidak menurun kepadanya. Karena, Soekarno yang berseberangan secara politik dengan M Natsir bahkan Bung Hatta, tetap menaruh respek kepada mereka. Misalnya saja, ketika Bung Hatta sakit, Sukarno tetap menjenguknya.Dari segi psikologi politik, lanjut Pangi, Megawati menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang pendendam. Yakni, selalu mengingat perbuatan tak menyenangkan yang dilakukan lawan politiknya hingga ke urusan pribadi."Ini kaitannya lebih ke perjanjian batutulis di mana Prabowo selalu mengungkit-ungkitnya," kata Megawati.Tidak hanya kepada Prabowo, Megawati juga memiliki dendam politik dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Salah satu contohnya adalah Megawati tak pernah menghadiri undangan upacara kenegaraan 17 Agustus di Istana Negara.     Menurut Pangi, hal ini berbeda dengan Prabowo. Jika kecewa terhadap seseorang, maka Prabowo tak menunjukkannya di depan publik. Ini bisa dicontohkan saat Prabowo yang pernah dicopot jabatannya oleh Panglima ABRI waktu itu yakni Jenderal Wiranto, kerap menunjukkan sikap persahabatan dalam berbagai kesempatan.  "Padahal waktu di ABRI dulu sangat terkenal rivalitas Prabowo dan Wiranto," katanya.Bahkan, dengan Presiden SBY yang pernah jadi pesaingnya, Prabowo juga kerap mengunjunginya di istana. Ini menunjukkan, Prabowo lebih bisa mengatur urusan pribadi dan persaingan di politik.Karena itu, lanjut Pangi, sikap Megawati tersebut akan membuat publik semakin tak bersimpati dengan Megawati. Dan hal ini akan berdampak pada berkurangnya simpati publik kepada PDIP.( Sumber : http://www.republika.co.id/)